SLEMAN – Di tengah gempuran era digital yang seringkali mengikis kecintaan pada budaya lokal, SMP Negeri 2 Berbah (SPEDUBER) mengambil langkah progresif untuk memperkuat akar budaya sekaligus literasi modern. Pada Rabu, 16 Oktober 2024, sekolah ini resmi meluncurkan buku antologi geguritan bertajuk "Gurit Sastra Ekadanta" sebagai bagian dari program inovasi EKALIT (Ekadanta Ber-Literasi).
Program EKALIT hadir bukan tanpa alasan. Berdasarkan data PISA 2022 yang menempatkan literasi membaca Indonesia di posisi 10 terbawah, SMP Negeri 2 Berbah meresponsnya dengan visi mewujudkan ekosistem sekolah yang literate dan mahir teknologi, namun tetap menjunjung nilai luhur budaya Jawa.
"Kami ingin meningkatkan minat baca dan kemampuan literasi informasi melalui teks sastra yang kontekstual bagi siswa," ungkap Kepala Sekolah, Noor Rohmah Hidayati, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya.
Acara yang bertempat di Ruang Keterampilan SMP Negeri 2 Berbah ini tidak hanya sekadar seremoni. Rangkaian kegiatan meliputi:
Peluncuran Simbolis: Penyerahan buku dari penerbit kepada pihak sekolah.
Apresiasi Seni: Presentasi pembacaan dan interpretasi geguritan oleh siswa terpilih untuk menunjukkan kedalaman makna karya mereka.
Workshop Motivasi: Menghadirkan narasumber Moh. Mursyid, SIP., MA., seorang penulis dan pegiat literasi, guna membekali siswa dengan teknik penulisan dan semangat berkarya.
Program ini didukung oleh infrastruktur yang matang melalui empat pilar utama:
Layanan Perpustakaan Inklusi Sosial: Menjadikan perpustakaan sebagai pusat kreativitas.
Kelas Sastra: Fokus pada penulisan dan pembacaan geguritan.
Literasi Digital: Pelatihan penggunaan AI secara etis dan teknik pencarian informasi yang efektif.
Panggung Ekspresi: Ruang bagi siswa untuk mempublikasikan karya secara digital melalui kanal YouTube dan media sosial sekolah.
Melalui publikasi karya siswa baik dalam bentuk cetak maupun e-book, sekolah berharap dapat melibatkan peran serta orang tua dalam memantau capaian literasi anak-anak mereka. Inovasi ini merupakan langkah awal menuju semangat KILAU BERLIAN—mewujudkan warga sekolah yang berkarakter, berbudaya, dan berani berprestasi di kancah global tanpa melupakan jati diri bangsa